Sering Melewati Jalan Rusak? Waspada Ini Bisa Menjadi Kerusakan Mobil Serius

2025-09-23 12:12:35

Sering Melewati Jalan Rusak? Waspada Ini Bisa Menjadi Kerusakan Mobil Serius

Kondisi jalan di Indonesia memang sangat beragam. Tidak jarang pengendara harus melintasi jalanan yang berlubang, bergelombang, atau berbatu. Meskipun mobil dirancang untuk tahan banting, paparan terus-menerus terhadap kondisi jalan yang buruk dapat mempercepat keausan dan kerusakan pada berbagai komponen vital.

Kerusakan ini tidak selalu terasa langsung, namun dampaknya bisa terakumulasi dan berujung pada masalah yang lebih besar di kemudian hari. Memahami potensi kerusakan ini adalah langkah penting untuk menjaga kondisi mobil tetap prima dan menghindari biaya perbaikan yang tak terduga.

Kerusakan Serius yang Dapat Terjadi Jika Sering Melewati Jalanan Rusak

Sering bepergian di jalanan yang berlubang atau tidak rata? Mungkin sudah biasa, tapi jangan anggap remeh. Setiap kali mobil melewati jalan rusak, ada beban ekstra yang ditanggung oleh berbagai komponen. Mengabaikan dampak ini bisa berujung pada kerusakan serius yang tidak hanya menguras biaya, tapi juga membahayakan keselamatan. Artikel ini akan membahas mengenai potensi kerusakan serius yang mengintai jika mobil sering melewati jalanan rusak.

  1. Masalah Serius Pada Bagian Kaki-kaki dan Suspensi

Kaki-kaki dan sistem suspensi adalah bagian pertama yang menanggung beban paling berat saat mobil melintasi jalan rusak. Komponen-komponen ini bekerja keras untuk meredam getaran dan menjaga kestabilan mobil, namun daya tahannya juga ada batasnya.

Jika paparan terhadap jalan berlubang atau bergelombang terus terjadi tanpa jeda, suspensi bisa mulai kehilangan kemampuannya dalam meredam guncangan. Ciri-cirinya bisa berupa bunyi-bunyi aneh dari kolong mobil, gejala limbung saat menikung, atau mobil terasa "memantul" lebih dari biasanya saat melewati polisi tidur. Kerusakan pada suspensi yang dibiarkan akan berdampak lebih jauh pada kestabilan mobil secara keseluruhan.

  1. Kerusakan pada Sistem Ban dan Velg

Tidak hanya komponen suspensi, ban dan velg juga menjadi korban utama dari jalanan yang tidak rata. Benturan keras dapat menyebabkan kerusakan yang terlihat maupun tidak terlihat pada ban dan velg. Melintasi lubang besar dengan kecepatan tinggi bisa menyebabkan velg peyang, bengkok, atau bahkan retak. Tidak hanya itu, sering melewati jalan rusak juga dapat menggeser posisi roda dari setelan spooring dan balancing yang benar. Akibatnya, mobil akan terasa sulit dikendalikan, setir miring, dan ban bisa mengalami keausan yang tidak merata.

  1. Sistem Kemudi yang Terganggu

Roda kemudi yang terasa tidak lagi presisi bisa menjadi sinyal bahwa ada masalah pada sistem kemudi akibat sering melewati jalan rusak. Getaran berlebih, setir yang terasa berat sebelah, atau arah laju mobil yang tidak lurus meskipun setir sudah lurus bisa menjadi tanda adanya kerusakan.

Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh posisi roda yang berubah (toe in/out) atau kerusakan pada tie rod dan ball joint. Masalah pada sistem kemudi tidak boleh dianggap enteng karena sangat berpengaruh terhadap arah dan kestabilan mobil.

  1. Sistem Rem Juga Bisa Terpengaruh

Jalan yang rusak kerap memaksa pengemudi untuk sering melakukan pengereman mendadak. Kebiasaan ini bisa mempercepat keausan pada kampas rem dan membuat sistem rem bekerja lebih keras dari biasanya. Selain itu, debu atau kerikil dari jalan juga bisa masuk ke dalam sistem rem dan mengganggu kinerjanya.

Jika rem mulai terasa kurang responsif, berbunyi saat diinjak, atau pedal rem terasa lebih dalam dari biasanya, sebaiknya segera lakukan pengecekan ke bengkel. Sistem rem yang tidak optimal sangat berbahaya, apalagi saat harus berhenti mendadak.

Butuh sewa mobil untuk bisnis Anda? Hubungi ASSA Sekarang melalui Whatsapp link disini